Minggu, 25 Mei 2014

Move On; Kisah Tentang Pria di Masa Lalu

   
Aku akan menceritakan tentang seorang pria yang untuk pertama dan terakhir kalinya berhasil menaklukkan hatiku sebelum kelak atau nanti aku menikah dengan pria lain. Namanya Yosef Maulana. Empat tahun lalu awal aku bertemu dengannya di sebuah pesantren atau lembaga pendidikan islam. Ia memiliki perangai yang gagah, banyak disenangi oleh teman-temanku. Penampilannya yang selalu memperhatikan gaya dan style membuat ia terkesan bukan seperti santri. Wajahnya tidak terlalu tampan tapi menarik bagi wanita, sikapnya yang terkesan so` atau cuek, sombong dan dingin membuat banyak wanita penasaran terhadap dirinya. Tapi sebenarnya, ia juga seperti anak kecil yang tidak dewasa dan masih labil, ia juga tak pernah terlihat serius bahkan ia terkesan mudah mengucapkan janji-janji pada wanita. Ia pun terlihat sering menganggap remeh hal apapun termasuk dalam perihal hati, ia benar-benar seperti anak berumur 5 tahun walaupun saat itu ia berumur 15 tahun.
            Dan sekarang, saat ia beranjak dewasa dan berumur 19 tahun, ia mengalami beberapa perubahan. Ia menjadi seorang Ustadz atau pengajar santri yang cukup disegani dan tetap disenangi oleh banyak orang. Sekarang ia lebih dikenal dengan nama Abdulloh Affan. Dengan sikapnya yang sudah terlihat serius walau dibumbui dengan candaan dan tawaan ia dapat bertindak sebagai seorang pengajar. Wajahnyapun tidak berbeda jauh dari empat tahun yang lalu, biasa tapi dapat menarik wanita yang telah berhadapan dengannya. Sifatnyapun masih sedikit belum berubah, mudah bersikap ramah pada setiap wanita walau masih tetap ada yang tersisa dari sifatnya yang gengsi dan jaga image. Ia memiliki kelebihan yang yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan islam, ia memilikin ilmu yang tak diragukan, iapun memiliki suara yang indah ketika ia membaca Al-Qur`an, sehingga ia begitu disayangkan oleh lemabaga pesantren.
            Aku mengenalnya sebagai seorang pria yang mencintaiku dengan tulus tapi ia tak dapat bersikap tegas dan tegar. Ia akan menjadi lemah jika ia dihadapkan oleh hati wanita. Ia masih seperti kebanyakan pria yang belum dapat konsisten pada hati, walau ia memiliki tekad yang kuat untuk menjaga hati, tapi ia tetap seorang pria yang lemah.


#MasaLalu^^

Note; "Nostalgia UN SMA"



Ikhtiar Do’a dan Tawakal

Ujian nasional lambang mata, sub !!!
Adalah suara gemuruh dag, dig, dug  itu bergendang ria di hati kita?
Atau bahkan desus “was-was” itu menghantui kita?
Ck…ck…ck…
Sekarang bukan zamannya lagi, di abad ini, hantu pesimis masih mengincar para pelajar. Kita sebagai pelajar Muslim punya tips mujarab yang spesial dan Insya Allah akan menjamin kelulusan kita, karena pada dasarnya keberhasilan dan kelulusan itu kembali pada bagaimana hubungan kita dengan Sang Pemilik Ilmu, Allah SWT.
Jadi, Insya Allah Nie Sob, kalau kita dekat dan punya hubungan spesial dengan Allah, maka kita pasti bisa dapatkan kesuksesab dunia dan Insya Allah akhirat juga. Dan sebenarnya, tunai keberhasilan itu ada pada diri kita sendiri, dan dengan 3 tips spesial yang harus kita lakukan ;
·         Yang pertama : IKHTIAR
Ikhtiar adalah pencarian atau usaha, dimana ketika seseorang menginginkan suatu hal, maka kita akan melakukan sebuah usaha atau tindakan untuk melakukan.
Suatu usaha akan menghasilkan hasil yang memuaskan ketika usahanya tersebut dilakukan secara maximal. Tapi tidak hanya maximal, menurut hawa nafsu, melainkan maximal menurut kadar dari suatu hal yang kita impikan.
Beberapa usaha-usaha yang harus kita lakukan untuk mencapai kelulusan adalah :
-          Belajar semaksimal mungkin hingga semua materi yang akan diujikan kita pelajari dan kuasai.
-          Mengisi waktu seefisien mungkin dengan belajar dan menghindari hak-hal yang tidak bermanfaat.
-          Mendekatkan diri kepada Allah dan menghindari perbuatan-perbuatan yang menambah dosa.
Jika kita mampu belajar malam hingga jam 22.00, maka lakukanlah ! Setelah itu, sob bisa menggunakan waktu di atas jam 22.00 untuk beristirahat mempersiapkan energi dan tenaga untuk belajar di keesokan harinya.

·         Kemudian tips kedua adalah  DOA
Usaha tanpa doa merupakan hal yang sia-sia. Do’a tanpa didukung dengan usaha juga tidak akan menghasikan yang sempurna. Karena sejatinya, segala macam keinginan kita adalah milik-Nya, maka Ia akan memberikan apa yang kita inginkan. Kita menginginkan kelulusan, dan kelulusan adalah milik Alloh SWT. Ibarat anak kecil yang meminta uang kepada ibunya, maka anak kecil itu akan merengek meminta belas kasih ibunya agar ia diberikan uang jajan. Begitulah kita sebagai manusia yang sedang mengginginkan kelulusan, maka kita juga akan merengek meminta kepada Sang Pemilik Kesuksesan, Alloh SWT. Kita harus dapat merayu-Nya agar Ia memberikan apa yang kita inginkan, tentunya dengan rayuan yang diiringi dengan teaqwaan.
Ada beberapa moment yang sangat cocok sekali untuk kita memanjatkan doa yaitu ketika :
-          Ba’da shalat tahajud di sepertiga malam
-          Doa setelah shalat wajib
-          Antara adzan dan iqomah
yang Isya Allah pada moment-moment ini doa kita akan mustajab dengan syarat kita harus menyertai doa dengan usaha/ikhtiar dan ketaqwaan kita terhadap Pemilik Kesuksesan.
·         Dan tips yang ketiga adalah Tawakal
Ini adalah tahap akhir yang harus kita lakukan. Karena semua akan kembali kepada kehendak Alloh. Tawakal ini adalah berserah diri atas segala sesuatu yang telah Allah rencanakan, dan perlu kita tanamkan pada diri kita sikap khusnudzon terhadap rencana Alloh, karena semua rencana Alloh itu indah dan terbaik untuk kita.
Setelah ikhtiar dan do’a, kita lakukan, tinggalah kepasrahan kepada Alloh yang harus kita tanamkan. Apapun yang Alloh berikan nantinya dari hasil ikhtiyar dan do’a kita, itu adalah yang terbaik untuk kita. Itulah yang perlu kita yakini.
Dan ingatlah sob, Alloh akan memberikan kesuksesan tergantung dari usaha kita. So..yang perlu kita lakukan adalah berusaha belajar…belajar…belajar lalu do’a meminta yang terbaik dan tawakal terhadap apa yang akan Alloh berikan pada kita nantinya.
Terakhir sob, luruskan niat hanya untuk mencari ridho Alloh mardhotillah dan yakin bahwa setiap rencana Alloh untuk kita, itulah yang terbaik !!


Aminah Islamiyah
SMA Islam Ibnu Sina

POEM 

PASRAH

Bersandar pada dinding ketegaran
Meluluhkan segala daya menjadi
pasrah….
Merajuk kembali menuju cahaya
Lepaskan seluruh paksa pelecut
jiwa….
Karena mutiara azzam ada yang berkuasa
Lalu apa wilayah seorang hamba
selain berserah….
Ketahuilah…
Bahwa dalam serah ada keajaiban
Membuat rekahan pada jiwa
Hingga terpanjat syukur
bahwa inilah anugrah pasrah…



Aminah Islamiyah
SMA Islam Ibnu Sina 


Jumat, 23 Mei 2014

Note; Berani Menang & Siap Kalah

                                                                                                  

Berani Menang & Siap Kalah

Bayangkan, saat ini engkau duduk manis di dalam kelas untuk menghadapi ujian. Engkau duduk paling depan. Tepat di depan meja pengawas. Pengawas yang super galak. Jangankan ketahuan menyontek, mau menengok ke kanan ke kiri seperti salam shalat ataupun mengambil ballpoint jatuh sudah di pelototi. Suasana hening. Teman-temanmu juga merasakan hal yang sama. Ujian hari ini benar-benar melatih kejujuran. Pasalnya sebelum ujian berlangsung, semua tas, buku dan, catatan di kumpulkan di depan ruangan. Tak lupa pengawas dengan kumis melintang dan dengan suara yang menggelegar berkata, " Saya tidak bisa mengawasi kalian dengan sempurna, Tapi ingat, Alloh melihat kalian. Camkan itu !!".
Bagi yang terbiasa jujur, senang rasanya. Pasti lebih plong karena tidak akan menemui gangguan kanan kiri ataupun lemparan kertas dari depan dan belakang. Semua fokus pada pekerjaan masing-masing. Bagi yang terbiasa contek sana contek sini, pasti akan kelimpungan, gemetaran, keringatpun bercucuran.
Sebelum engkau panas dingi, cepat sadarkan diri. Itu tadi hanya ilustrasi seputar ujia. Silahkan cuci muka bagi yang baru bangun atau yang sudah terkantuk-kantuk, karena sebentar lagi kita akan mlanglangbuana.
Pertama kali kita menuju ke medan Badar. Pasukan muslim sudah bersiaga. Sekitar 300-an manusia pilihan yang bermodal semangat dan keyakinan sudah menempati posisiny. Di hadapan mereka sudah menungu 1000 serdadu Quraisy yang siap melumat habis. Tampillah Sang komandan agung –Rosululloh Saw- memanjatkan doanya. Pasukan malaikat turun dari langit dan menghambur. Pasukan muslimpun menuai kemenangan gemilang. Ujian berujung kegembiraan.
Sekarang kita menuju medan berikutnya, perang Uhud. Pada awalnya kemenangan diraih oleh pasukan muslim. Namun kemudian pukulan telak pasukan Kholid Bin Walid mampu embalik keadaan, lantaran pasukan pemanah muslim meninggalkan posnya. Pasukan muslimpun kocar-kacir. Beberapa Sahabat terbaik gugur menjadi syuhada. Termasuk singa Alloh –Hamzah- dan duta Rosululloh Saw –Mushab-. Rosululloh Saw juga tanggal gigi serinya terkena lemparan tombak. Itulah ujian Ujian berhasil di kerjakan, namun berujung kesedihan.

Ujian akan senantiasa berimplikasi positif. Ujian Badar ataupun Uhud keduanya mengandung pelajaran berharga. Bagi yang selamat, ada pahala jihad. Bagi yang gugur, ada pahala syahid. Pun bila engkau sedang menghadapi ujian. Entah ujian di kampus maupun ujian hidup. Berhasil atau gagal, mendapat pahala sabar. Ibarat pertandingan: Berani menang & Siap Kalah !!.

Psikology; Who Am I ???


CS Perfectionist

Karakterstik grafik

Grafik perfectionist adalah C/S, yang dicirikan dengan baik sifat ’’C’’ dan ’’S’’ ditampilkan diatas garis tengah, sementara baik sifat ’’D’’ dan’’I’’ tetap berada dibawah garis tengah. Karakteristik ’’C’’ yang lebih tinggi akan membuat perfectionist pandangan yang bsrorientasi pada detil dan atau prosedur berbeda dari S/C–Diplomat-.


Grafik:

orang yang termasuk Perfectionist menampilkan suatu sifat yang tepat, detil dan stabil. Mareka adalah pemikir sistematis yang cenderung mengikuti prosedur, baik dalam kehidupan pribadi maupun bisnis. Mereka bertindak dengan gaya yang sangat bijaksana dan diplomatis, dan secara sadar jarang berlawanan dengan rekan kerja mereka, serta berupaya menghindari konflik. Karena sangat teliti, mereka dengan sungguh-sungguh menuntut akurasi dalam bekerja dan mempertahankan standar yang tinggi. Perfectionist menyukai lingkungan yang terlindung yang aman dengan peraturan dan regulasi yang berlaku dan tidak menyukai perubahan yang seketika. Mereka menyukai orang, tetapi lebih menyukai hanya memiliki sedikit sahabat dekat. Ketetapan merupakan bagian dari esensi perfectionist, dan kritik [ketakutan terbesar mereka] disamakan dengan kegagalan.


Mereka dapat diandalkan untuk melaksanakan tugas dengan benar. Mereka menginginkan fakta dan angka sebelum membuat keputusan, dan merasa gelisah ketika  dipaksa memutuskan sesuatu dengan cepat. Prakiraan dan keamanam merupakan tujuan terbesar untuk seorang perfectionist. Hal ini terjadi dalam semua aspek kehidupan seorang perfectionist; semakin stabil lingkungannya, semakin bahagia mereka.


CS Perfectionist

Motifator
  • Penghargaan akan loyalitas dan dapat diandalkan
  • Persetujuan akan kwalitas kerja mereka yang tinggi
  • Keteraturan dan keterlibatan
  • Kegiatan yang dapat di mulai dari awal sampai akhir.


Demotifator
  • Dikritik, khususnya oleh orang terdekat

Possible weakness
  • Menolak perubahan
  • Perlu waktu lama untuk menyesuikan perubahan
  • Pendendam ; sensitif pada kritik
  • Sering menggunakan pendekatan tradisional dalam menyelesaikan masalah

Preferred environment
  • Sistem dan prosedur yang praktiis
  • Stabilitas
  • Tugas dapat diselesaikan satu per satu
  • Rapi dan teratur
  • Lingkungan yang bersahabat



 "Dan ini benar-benar 99,99%  I AM^^"


Essay; INTELEKTUALISASI BAHASA ARAB SEBAGAI SENJATA DIPLOMASI INDONESIA - TIMUR TENGAH



INTELEKTUALISASI  BAHASA  ARAB  SEBAGAI  SENJATA  DIPLOMASI
INDONESIA - TIMUR TENGAH
Oleh
Aminah Islamiyah
Sastra Arab Universitas Padjadjaran

Eksistensi bahasa arab di mata dunia pada dasarnya sudah tidak dapat diragukan lagi saat ini. Jika kita hendak flashback, mendunia-nya bahasa arab sudah terjadi dari masa kepemimpinan khilafah bani Abbasiyah dahulu disertai dengan berkembangnya agama Islam ke wilayah Eropa. Bahasa arab-pun menjadi bahasa peradaban yang ditandai dengan diterjemahkannya berbagai  buku Yunani dan Persia ke dalam bahasa arab. Dan puncak kejayaannya adalah pada masa – masa dimana mayoritas cabang semua  ilmu terlahir dari ilmuwan – ilmuwan arab, disinilah bahasa arab tertuntut dipelajari oleh banyak manusia dari luar Negara Arab.
Dalam perjalanan perkembangannya, bahasa arab juga dianggap pernah mengalami kemerosotan. Masa kemerosotan ini tidak terlepas dari perjalanan berkembangnya peradaban agama islam di dunia. Setelah masa khilafah Turki Usmani runtuh, bangsa Arab banyak dimasuki oleh orang – orang Barat dan secara perlahan mulailah terjadi pengikisan bahasa arab baku menjadi bahasa arab dialek yang saat ini kita juga dapat menemukan di berbagai belahan Negara – Negara arab. Jatuhnya peradaban islam saat itu cukup menjadi pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan bahasa arab yang akhirnya melahirkan bahasa “gaul” di Negara – Negara Timur Tengah. Bersyukurnya, tersandungnya peradaban bahasa arab ini tidak sampai pada jatuh yang tak bisa bangkit kembali, selain karena telah dijamin oleh Alloh SWT atas keabadian bahasa arab dalam Al-Qur’an, maka saat ini kita dapat menyaksikan eksistensi bahasa arab yang tak pernah mati. Selain digunakan sebagai salah satu bahasa pengantar PBB, bahasa arab juga banyak dipelajari “kembali” oleh banyak masyarakat di luar Negara Timur Tengah. Ke-eksistensi-an ini sudah menjadi rahasia umum di dunia, 99,99 % Negara pemasok minyak di dunia adalah Negara – Negara Timur Tengah , selayaknya kita sebagai mahasiswa yang tidak hanya  mempelajari tentang bahasa arab tapi juga mengenai profil negara – negara tersebut  harus mengetahui poin – poin ke-eksistensi-an bahasa arab di mata dunia.
Dalam hal perkembangan situasi ekonomi dunia, bahasa arab memiliki peran dan porsi yang sangat penting, hal itu ditunjukkan dengan semakin berperannya Negara –negara Timur Tengah yang notabene berbahasa arab dalam keterlibatannya sebagai jantung ekonomi dunia. Keadaan ini melahirkan tuntutan Negara kita Indonesia untuk dapat ikut berperan dan menjalin hubungan diplomasi dengan negara – negara Timur Tengah, terutama penekanan dalam hubungan diplomasi. Pada dasarnya hubungan Negara Indonesia yang sama – sama notabene beraga muslim cukup dan seharusnya menjadi factor penting untuk Negara – Negara Timur Tengah agar lebih “mujur” menjalin hubungan diplomasi dengan Negara kita. Akan tetapi, menurut data terkini masih ada pendapat yang menyatakan bahwa kepercayaan Negara – Negara Timur Tengah terhadap negara Indonesia kita “kalah kepercayaan” dengan Negara tetangga, Malaysia. Kalah kepercayaan ini dinilai dari para investor – investor Timur Tengah yang lebih banyak memilih untuk menginvestasikan bisnisnya di Negara tetangga kita tersebut. Mengapa hal ini bisa terjadi dan mengapa sampai bisa terjadi dengan mempertimbangkan pada dasarnya kita memiliki hubungan awal yang baik dengan negara Timur Tengah. Ini semua kembali kepada eksistensi identitas Negara Indonesia kita, apakah Negara kita adalah Negara islam yang pastinya berhubungan dekat denga bahasa arab ? ataukah Negara kita adalah negara demokrasi yang tidak mengkhususkan kepada identitas agama yang berkaitan dengan bahasa arab.
Terlepas dari identitas Negara Indonesia dan semua perihalnya, saat ini Negara kita sedang sangat berpotensi untuk menjalin kerjasama dan diplomasi dengan Negara –negara Timur Tengah. Potensi ini didukung dengan image Negara yang mayoritas masyarakatnya beragama islam dan juga pembelajaran bahasa arab yang sudah sangat digandrungi oleh hampir 80% pelajar di Indonesia. Oleh karena itu, factor penguasaan bahasa arab sebagai  salah satu senjata atau alat penarik simpati Negara Timur Tengah sangatlah penting dan sangat perlu di terapkan. Pelajar – pelajar yang berstatus santri di Indonesia sendiri sudah tidak diragukan lagi kualitas dan kuantitasnya. Berdasarkan data terakhir Departemen Agama Indonesia menyatakan bahwa data lembaga pendidikan pesantren yang terdaftar berjumlah 27.500 sekian. Ini membuktikan bahwa Indonesia sangat potensial mengenai sumber daya manusia yang mahir akan ilmu serta pelafalan bahasa arab. Dan hal ini cukup menjadi factor penting untuk menunjang ketertarikan Negara – Negara Timur Tengah terhadap Indonesia terutama dalam bidang diplomasi dan kerjasama. Oleh karena itu, perlu penyaluran dan pendayagunaan secara optimal dari SDM-SDM santri  yang ada di Indonesia ini untuk  dapat menjadi senjata – senjata diplomasi bagi Negara – Negara Timur Tengah.
Sayangnya, berlimpahnya sumber daya manusia  para pelajar yang ahli dalam pelafalan bahasa arab dan para pelajar yang khususnya belajar bahasa arab dengan metode penerapan bahasa  dalam keseharian di asrama, seakan – akan tidak nampak dalam jajaran  diplomasi dan tidak berperan penting dalam usaha penarikan investor investor asing dari Negara Timur Tengah. Ini juga mengakibatkan lemahnya diplomasi Negara kita dengan Negara Timur tengah dan juga mengakibatkan lemahnya identitas eksistensi warga mayoritas muslim Indonesia.
Hal yang sudah menjadi lumrah ketika para orang tua yang menginginkan anak – anaknya untuk belajar bahasa asing adalah untuk kemajuan dan ketidaktertinggalan anak – anak mereka atas globalisasi bahasa. Ini juga terjadi bagi orang tua yang menginginkan anak – anaknya untuk lebih mempelajari bahasa arab, akan tetapi menurut hasil survei yang dilakukan secara sederhana, banyak dari orang tua yang menginginkan agar anak –anaknya lebih berkualitas dalam hal agama atau menginginkan anak – anak mereka untuk dapat mendalami ajaran agama secara detail. Ini adalah factor dari paradigma masyarakat Indonesia pada umumnya yang belum bisa dapat menerima dan tepatnya belum tau bahwa eksistensi bahasa arab bisa dan bahkan lebih bisa membumi dibandingkan dengan bahasa asing  lainnya terutama bahasa Inggris. Selain paradigma ini, pengenalan dan penyebaran bahasa arab di Indonesia sendiripun masih minim, padahal kita memiliki puluhan ribu SDM yang berkualitas dalam bidang pelafalan bahasa arab. Hal ini cukup menjadi polemik miris di Negara yang memiliki banyak sumber daya pelafal bahasa arab yang mahir akan tetapi sumber daya para pelajar tersebut tidak didaya fungsikan sebagai senjata diplomatis bagi pemerintah Indonesia. Pembentukan senjata diplomatis ini juga memerlukan dukungan besar dari pemerintah kita sendiri baik dalam bentuk pengakuan untuk para pelajar pesantren dimata pemerintahan Indonesia ataupun dalam bentuk maksimalisasi potensi pelafalan bahasa arab oleh mahasiswa – mahasiswa perguruan tinggi negeri yang juga mempelajari bahasa arab.
Hal terpenting dalam pembentukan senjata diplomatis ini adalah peran mahasiswa –mahasiswa terutama pelajar – pelajar santri yang harus lebih meng-intelektualisasikan pembumian bahasa arab minimal sampai masyarakat Indonesia sendiri mengakui bahwa bahasa arab juga memiliki kredibilitas yang tinggi. Intelektualisasi ini juga perlu dukungan dari pemerintah Negara kita, karena dalam proses intelektualisas kita perlu memasuki dunia teknologi, pendidikan, ekonomi dan seluruh aspek kenegaraan dimana semua aspek tersebut dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia sendiri. Tidak lupa yang lebih penting adalah, optimalisasi pendayagunaan sumber daya pelajar santri yang kita miliki untuk lebih disalurkan di dunia perpolitikan dan diplomasi Indonesia terutama saat ini dengan Negara Timur Tengah yang sedang menjadi sorotan dunia baik dalam hal ekonomi maupun politik. Optimalisasi ini digandengkan dengan intelektualisasi bagi sumber daya – sumber daya pelajar terutama santri yang mempelajari bahasa arab di Negara Indonesia.


Nostalgia Mahasiswa Akhir; Mengenang KKN Februari 2013

Desa Depok Kec.Darangdan PURWAKARTA

“Jika Aku Menjadi Siswi SMP 6 Depok”
oleh : Aminah Islamiyah
NPM 180910100068
Sastra Arab FIB UNPAD

Manusia memang tidak dapat memilah – milah dari rahim siapa mereka dilahirkan. Tuhan telah menuliskan apa – apa yang menjadi ketetapannya  dalam lembaran – lembaran yang tidak ada satu manusiapun yang dapat mengetahuinya. Tuhan telah menakdirkan Aku untuk terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat lemah lembut dan penyayang; yang dalam setiap doa sehabis shalatnya namaku selalu disebutkan. Tuhan telah menggariskan Aku untuk terlahir di keluarga yang hangat dan sederhana, yang apabila Aku meninggalkannya entah ke mana walau sebentar, rasa rindu pasti akan menyergap; membuat Aku ingin segera pulang untuk setidaknya sekali lagi merasakan hangatnya nasi goreng pagi yang dihidangkan ibu. Aku sepertinya telah bahagia dengan kehidupan yang Tuhan telah gariskan kepada diriku ini. Tak mau aku menukarkan kehidupan ini dengan yang lain. Tak akan. Namun, siapa yang mengira bahwa bapak Dosen Pembimbing Lapangan KKNM-ku menyuruh Aku untuk berimajinasi seolah – olah Aku merupakan warga Desa Depok. Baiklah; tantangan diterima.
Aku melihat bocah-bocah cantik dan lugu siswa-siswi SMP 6 Depok berjalan-kaki menuju SMP yang hanya ada satu-satunya di desa Depok. Siswi-siswi yang bercanda dengan riang serta tertawa-tawa kecil membicarakan teman-teman lelakinya yang membuat mereka berbunga-bunnga. Tiba-tiba langsung terbersit dalam benakku, dengan sesederhana mungkin jika aku bisa memilih untuk menjadi bagian dari warga Desa Depok , aku akan memilih untuk menjadi seorang siswi SMP 6 Desa Depok . Banyak yang mengatakan bahwa masa kecil merupakan masa yang paling indah; masa yang sepertinya sayang sekali apabila dibiarkan menguap begitu saja. Anak kecil memiliki pemikiran yang sangat sederhana; tidak ribet – ribet; bebas seakan kata “masalah” tidak pernah ada di muka bumi ini. Simsalabim! Aku masih anak sekolah; seorang bocah kelas III SMP. Namaku tetap Aminah, aku terlahir dari rahim yang sama dan tinggal dengan keluarga yang sama pula.Yang berbeda adalah sekarang Aku dan keluargaku tinggal di Desa Depok.
Jika Aku menjadi Aminah, seorang bocah kelas III Sekolah Menengah Pertama, satu-satunya lembaga pendidikan SMP yang ada di desaku, aku hanya akan melakukan hal-hal sesederhana mungkin sebagai seorang siswi dan anak dari kedua orang tuaku di desa. Aku akan terbangun pada setiap pagi oleh lembutnya belaian ibu yang seraya menyuruhku untuk segera menunaikan ibadah shalat Shubuh. Terbangun; Aku akan segera bergegas mengambil air wudhu lalu mendirikan shalat yang setelahnya Aku berdoa “Ya Allah sayangilah kedua orang tuaku sebagaimana mereka menyayangi Aku ketika Aku masih kecil. Aamiin.” Lalu apa setelahnya? Mandi? Ah nanti saja, nasi goreng buatan ibu sudah menunggu di dapur. Nasinya nasi sisa kemarin memang; namun, tak apalah, tetap harus disyukuri. Walaupun nasinya keras, tapi Aku tahu itu dimasak dengan lembutnya hati seorang ibu yang secara tulus ingin mempersembahkan hidangan yang terbaik bagi seluruh keluarganya. Setelah perut terisi penuh, aku akan bergegas mandi. Tidak mau Aku jika sampai terlambat masuk sekolah!
Aku pun berangkat ke sekolah; sedangkan, Ayah berangkat ke sawah untuk memanen padi, dan ibu yang akan senantiasa selalu membantu ayah dalam memanen padi yang selanjutnya dibersihkan dan akan dijual. Ayah dan ibu merupakan para pekerja keras yang pantang bagi mereka pulang ke rumah tanpa baju yang dikotori oleh noda dari tanah di sawah. Di sekolah, Aku akan selalu semangat untuk belajar karena Aku sadar kebodohan merupakan suatu keniscayaan bagi orang – orang yang malas untuk menuntut ilmu. Aku tidak ingin menjadi bodoh, atau bahkan terlihat bodoh di depan Asep, teman sekelasku yang sudah sebulan lebih ini selalu membuat dag dig dug apabila Aku diajak bicara olehnya. Entahlah mengapa, mungkin ini yang mereka sebut dengan cinta monyet. Cinta monyet bukanlah cinta dari seekor monyet; Aku terlalu cantik untuk dipadankan dengan seekor monyet,. Cinta monyet cinta main – main; ah, dasar bocah ingusan yang bandel.
            Ketika jam sekolah usai, maka Aku akan segera pulang ke rumah, lalu membuka tudung saji untuk menyantap masakan yang telah disiapkan ibu sebelumnya. Setelah kenyang, Aku akan bergegas untuk pergi ke Madrasah atau biasa disebut sekolah agama, aku ingin belajar agama, aku ingin bisa tau bagaimana cara aku berdoa dan menyebut nama ayah ibu-ku untuk ku doakan agar mereka berdua senantiasa diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Aku tak hanya ingin pintar dalam pelajaran-pelajaran di SMP-ku saja,aku ingin agar aku termotivasi untuk tidak ikut-ikutan teman-temanku yang lain yang setelah pulang sekolah hanya janjian dengan pacar mereka masing-masing walaupun sebenarnya ada Asep yang aku suka, tapi sekolah agama dan kesuksesanku lebih aku inginkan untuk aku dapatkan.
            Setelah aku pulang dari sekolah agama, aku punya waktu satu jam untuk bermain sebentar sebelum waktu maghrib datang Aku akan bermain bersama teman-teman SMP-ku yang sedang duduk-duduk di pinggir jalan untuk sekedar nongkrong dan bertemu serta bercengkrama sedikit sembari sedikit mengungkit dan mengingatkan kepada teman-temanku bahwa ada tugas PR yang wajib kita kumpulkan besok di sekolah. sepak bola di lapangan bersama teman – temanku. Setelah sebentar aku menghampiri teman-teman-ku, Aku akan bergegas untuk pulang ke rumah untuk membasuh badan dengan air dan sabun. Sudah harum, Aku akan mengerjakan pekerjaan rumah yang diberikan oleh ibu guru untuk dikumpulkan keesokan harinya. Memang akhir – akhir ini ibu guru memberikan agak sedikit banyak tugas kepada para siswi kelas III; maklumlah Ujian Nasional tinggal menghitung bulan lagi, sehingga kami memang dituntut untuk lebih giat lagi belajar. Setelah mengerjakan pekerjaan rumah, Aku akan ke masjid untuk shalat isya berjamaah yang setelahnya mengaji sebentar bersama teman – teman. Setelah itu, pulanglah Aku ke rumah dan tak usahlah bermain di malam hari atau mungkin hanya sekedar menonton televisi. Malam hari Aku akan makan dan bercengkrama bersama keluarga, menikmati waktu berkualitasku bersama keluarga; bercengkrama sampai seakan ada buah rambutan yang bergelantung pada kedua kelopak mata ini, membuat mata ini semakin berat untuk terbuka dan akhirnya terpejam di atas hangatnya kasur.
            Mungkin itulah rutinitas sederhana yang akan Aku pilih untuk kujalani jika Aku menjadi seorang murid SMPN 6 Desa Depok. Aku ingin rutinitas yang seperti itu; rutinitas yang membawaku untuk menjadi lulusan sisswi SMP yang memiliki semangat tinggi untuk senantiasa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, rutinitas kehidupan yang aku harap jauh dari modernisasi. Biarlah Aku tumbuh menjadi seorang anak desa yang bebas lepas yang jauh dari nilai – nilai yang buruk yang selalu dikemas secara baik oleh kehidupan modern di kota sana. Aku ingin menjalankan peran Aku sebagai seorang murid SMP Depol saja sebagaimana mestinya; bukan sebagai Ketua RT, Ketua RW, Tokoh Masyarakat, maupun Kepala Desa; sebagai seorang murid SMP 6 depok saja. Aku ingin memulai dari sini, dari pribadi ini, dan sedari dini. Aristoteles pernah berkata bahwa negara merupakan gabungan dari desa – desa, yang merupakan gabungan dari keluarga – keluarga yang berisi individu – individu. Jika ingin negara ini maju, maka desa sebagai bagian dari pondasi pembangun negara haruslah baik pula. Untuk menciptakan sebuah desa yang baik, maka dibutuhkan keluarga – keluarga yang hebat yang sudah pasti berisi individu – individu yang luar biasa pula. Maka dari itu, dimulai dari diri ini, jika Aku menjadi seorang murid Sekolah Menengah Pertama SMP 6 Depok yang selalu memiliki semangat belajar hingga ke jenjang yang lebih tinggi, Aku akan berusaha untuk menjalani perananku dengan baik sebagaimana mestinya. Keluargaku sudah hebat, maka Aku harus hebat pula. Aku harus menjadi seorang murid SMP yang rajin belajar agar aku hebat. Dengan begitu, mungkin saja kelak Aku bisa menjadi orang hebat yang dapat mengubah desa ini menjadi desa yang penuh dengan keluarga – keluarga hebat yang berisi individu – individu yang luar biasa. Ketika hal itu terjadi, setidaknya ada satu pondasi kokoh yang menopang negara ini; desa kami. Walaupun mungkin hanya satu; namun, ingatlah bahwa satu itu ada.

            Aku hanya ingin menjadi seorang siswi pelajar SMP 6 Depok yang menjalani rutinitas kehidupan di Desa dengan sederhana mungkin dan selalu memiliki semangat untuk melanjutkan sekolah terus ke jenjang yang lebih tinggi dan tidak bernasib sama dengan kebanyakan teman-teman di desaku yang langsung menikah setelah lulus SMP.


"Walaupun KKN ketemu sama temen kelas juga, tak apalah...^^"


"All my friends at KKN Depok.... dari yang paling ngeselin sampe yang paling nyenengin..^^"


"Muatiara-mutiara masa depan Indonesia dari Desa Depok Purwakarta"^^