Jumat, 23 Mei 2014

Note; Berani Menang & Siap Kalah

                                                                                                  

Berani Menang & Siap Kalah

Bayangkan, saat ini engkau duduk manis di dalam kelas untuk menghadapi ujian. Engkau duduk paling depan. Tepat di depan meja pengawas. Pengawas yang super galak. Jangankan ketahuan menyontek, mau menengok ke kanan ke kiri seperti salam shalat ataupun mengambil ballpoint jatuh sudah di pelototi. Suasana hening. Teman-temanmu juga merasakan hal yang sama. Ujian hari ini benar-benar melatih kejujuran. Pasalnya sebelum ujian berlangsung, semua tas, buku dan, catatan di kumpulkan di depan ruangan. Tak lupa pengawas dengan kumis melintang dan dengan suara yang menggelegar berkata, " Saya tidak bisa mengawasi kalian dengan sempurna, Tapi ingat, Alloh melihat kalian. Camkan itu !!".
Bagi yang terbiasa jujur, senang rasanya. Pasti lebih plong karena tidak akan menemui gangguan kanan kiri ataupun lemparan kertas dari depan dan belakang. Semua fokus pada pekerjaan masing-masing. Bagi yang terbiasa contek sana contek sini, pasti akan kelimpungan, gemetaran, keringatpun bercucuran.
Sebelum engkau panas dingi, cepat sadarkan diri. Itu tadi hanya ilustrasi seputar ujia. Silahkan cuci muka bagi yang baru bangun atau yang sudah terkantuk-kantuk, karena sebentar lagi kita akan mlanglangbuana.
Pertama kali kita menuju ke medan Badar. Pasukan muslim sudah bersiaga. Sekitar 300-an manusia pilihan yang bermodal semangat dan keyakinan sudah menempati posisiny. Di hadapan mereka sudah menungu 1000 serdadu Quraisy yang siap melumat habis. Tampillah Sang komandan agung –Rosululloh Saw- memanjatkan doanya. Pasukan malaikat turun dari langit dan menghambur. Pasukan muslimpun menuai kemenangan gemilang. Ujian berujung kegembiraan.
Sekarang kita menuju medan berikutnya, perang Uhud. Pada awalnya kemenangan diraih oleh pasukan muslim. Namun kemudian pukulan telak pasukan Kholid Bin Walid mampu embalik keadaan, lantaran pasukan pemanah muslim meninggalkan posnya. Pasukan muslimpun kocar-kacir. Beberapa Sahabat terbaik gugur menjadi syuhada. Termasuk singa Alloh –Hamzah- dan duta Rosululloh Saw –Mushab-. Rosululloh Saw juga tanggal gigi serinya terkena lemparan tombak. Itulah ujian Ujian berhasil di kerjakan, namun berujung kesedihan.

Ujian akan senantiasa berimplikasi positif. Ujian Badar ataupun Uhud keduanya mengandung pelajaran berharga. Bagi yang selamat, ada pahala jihad. Bagi yang gugur, ada pahala syahid. Pun bila engkau sedang menghadapi ujian. Entah ujian di kampus maupun ujian hidup. Berhasil atau gagal, mendapat pahala sabar. Ibarat pertandingan: Berani menang & Siap Kalah !!.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar