Berani Menang & Siap Kalah
Bayangkan, saat
ini engkau duduk manis di dalam kelas untuk menghadapi ujian. Engkau duduk
paling depan. Tepat di depan meja pengawas. Pengawas yang super galak.
Jangankan ketahuan menyontek, mau menengok ke kanan ke kiri seperti salam
shalat ataupun mengambil ballpoint jatuh sudah di pelototi. Suasana hening.
Teman-temanmu juga merasakan hal yang sama. Ujian hari ini benar-benar melatih
kejujuran. Pasalnya sebelum ujian berlangsung, semua tas, buku dan, catatan di
kumpulkan di depan ruangan. Tak lupa pengawas dengan kumis melintang dan dengan
suara yang menggelegar berkata, " Saya tidak bisa mengawasi kalian dengan
sempurna, Tapi ingat, Alloh melihat kalian. Camkan itu !!".
Bagi yang
terbiasa jujur, senang rasanya. Pasti lebih plong karena tidak akan menemui
gangguan kanan kiri ataupun lemparan kertas dari depan dan belakang. Semua
fokus pada pekerjaan masing-masing. Bagi yang terbiasa contek sana contek sini, pasti akan kelimpungan,
gemetaran, keringatpun bercucuran.
Sebelum engkau panas dingi, cepat
sadarkan diri. Itu tadi hanya ilustrasi seputar ujia. Silahkan cuci muka bagi
yang baru bangun atau yang sudah terkantuk-kantuk, karena sebentar lagi kita
akan mlanglangbuana.
Pertama kali
kita menuju ke medan
Badar. Pasukan muslim sudah bersiaga. Sekitar 300-an manusia pilihan yang
bermodal semangat dan keyakinan sudah menempati posisiny. Di hadapan mereka
sudah menungu 1000 serdadu Quraisy yang siap melumat habis. Tampillah Sang
komandan agung –Rosululloh Saw- memanjatkan doanya. Pasukan malaikat turun dari
langit dan menghambur. Pasukan muslimpun menuai kemenangan gemilang. Ujian
berujung kegembiraan.
Sekarang kita
menuju medan
berikutnya, perang Uhud. Pada awalnya kemenangan diraih oleh pasukan muslim.
Namun kemudian pukulan telak pasukan Kholid Bin Walid mampu embalik keadaan,
lantaran pasukan pemanah muslim meninggalkan posnya. Pasukan muslimpun
kocar-kacir. Beberapa Sahabat terbaik gugur menjadi syuhada. Termasuk singa
Alloh –Hamzah- dan duta Rosululloh Saw –Mushab-. Rosululloh Saw juga tanggal
gigi serinya terkena lemparan tombak. Itulah ujian Ujian berhasil di kerjakan,
namun berujung kesedihan.
Ujian akan
senantiasa berimplikasi positif. Ujian Badar ataupun Uhud keduanya mengandung
pelajaran berharga. Bagi yang selamat, ada pahala jihad. Bagi yang gugur, ada
pahala syahid. Pun bila engkau sedang menghadapi ujian. Entah ujian di kampus
maupun ujian hidup. Berhasil atau gagal, mendapat pahala sabar. Ibarat
pertandingan: Berani menang & Siap Kalah !!.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar